HARLAH PAGAR NUSA KE-39
- Jan 05, 2025
- MUHAMMAD HUSNAN
Ahad 05 Januari 2025 Pagar Nusa memperingati ulang tahun yang ke-39 di pondok Pesantren Alharomain 2 Desa Selok Anyar. Momen ini sangat istimewa bagi para anggota Pagar Nusa dan seluruh Nahdlatul Ulama (NU). Pagar Nusa, sebagai salah satu badan otonom NU yang berfokus pada bela diri dan pencak silat, memiliki peran penting dalam menjaga tradisi, budaya, dan keamanan umat.
Kegiatan Utama:
-
- Upacara dan Doa Bersama: Mengawali acara dengan doa bersama untuk mendoakan keberlanjutan Pagar Nusa.
- Festival Pencak Silat: Pertunjukan seni bela diri dari berbagai daerah untuk memperlihatkan kekayaan budaya.
- Istigosar Akbar : sebagai anggota pencak silat pagar nusa tentunya harus tetap melakukan tradisi para Ulama’ seperti Istigosah bersama dengan tujuan mendekatkan diri kepala Allah.
- Kenaikan Tingkat dari Hijau ke Sabuk Hitam: pada acara peringatan ulang tahun pagar nusa ini juga ada acara kenaikan tingkat dari sabuk hijau ke sabuk hitam,pada kenaikan tingkat ini nanti anggota yang akan naik ke sabuk hitam akan mengikuti serangkaian kegiatan yang sudah disusun oleh panitia.
- Pada kegiatan ini juga dihadiri oleh Ibu Eka selaku Ketua IPSI Kabupaten Lumajang, beliau menyampaikan salut untuk anggota Pagar Nusa yang sangat antusias mengikuti kegiatan ini beliau juga berharap pagar nusa akan tetap selalu jaya dan interaksi social dengan baik agar tidak ada lagi gesekan antara perguruan utamanya di Kabupaten Lumajang
Tepat 39 tahun yang silam, sejumlah kiai yang juga pendekar mendirikan organisasi Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa. Organisasi ini didirikan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur pada 3 Januari 1986. Adalah KH Maksum Jauhari, sosok kiai ahli bela diri, yang diberi amanah sebagai ketua umum pertama. Beliau memimpin dari tahun 1986 hingga 2003. Kepemimpinan kiai yang akrab disapa Gus Maksum itu dilanjutkan H Suharbillah dari tahun 2003 hingga 2007.
Sosok ini merupakan salah satu bidan kelahiran Pagar Nusa. H Suharbillah, diceritakan dalam Ensiklopedia NU, adalah sosok yang menceritakan kegalauan akan kian surutnya ilmu bela diri di kalangan pesantren kepada KH Ahmad Mustofa Bisri. Kegelisahan itu mereka bawa ke hadapan KH Maksum Jauhari. Kemudian, pada 27 September 1985, mereka berkumpul di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Pertemuan itu dilakukan dalam rangka membentuk suatu wadah di bawah naungan NU yang khusus mengembangkan seni bela diri pencak silat. Musyawarah tersebut dihadiri tokoh-tokoh pencak silat dari Jombang, Ponorogo, Pasuruan, Nganjuk, Kediri, Cirebon, dan Kalimantan. Hasil musyawarah itu menginisiasi penerbitan Surat Keputusan Resmi Pembentukan Tim Persiapan Pendirian Perguruan Pencak Silat Milik NU yang disahkan pada 27 Rabi'uI Awwal 1406 H/ 10 Desember 1985 M dan berlaku hingga 15 Januari 1986. Setelah itu, musyawarah berikutnya diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, pada 3 Januari 1986. Tanggal itulah yang menjadi landasan pendirian PSNU Pagar Nusa. Selepas H Suharbillah, Pagar Nusa dipimpin H Fuad Anwar dari tahun 2007 sampai 2012. Ia terpilih pada Kongres yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede pada 18-21 Juli 2007.
Kongres tersebut perdana digelar setelah perubahan status Pagar Nusa dari lembaga menjadi badan otonom. Peralihan itu disepakati peserta Muktamar Ke-31 NU di Solo, Jawa Tengah. Hal ini sebagaimana dilaporkan Mukafi Niam di NU Online.
Kepemimpinan Pagar Nusa dilanjutkan H Aizuddin Abdurrahman pada Kongres di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan, Jawa Timur pada 9-12 Juli 2012. Ia memimpin organisasi para jawara NU ini hingga tahun 2017. Saat ini, Pagar Nusa dipimpin H M Nabil Haroen. Ia terpilih pada Kongres Ke-3 Pagar Nusa yang digelar pada 3-5 Mei 2017 dan Kongres Ke-4 pada 5-7 Desember 2022. Kedua kongres itu dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Sebagaimana diketahui, disebutkan dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) NU Hasil Muktamar Ke-34 NU Tahun 2021, bahwa Pagar Nusa merupakan badan otonom untuk anggota NU yang bergerak pada pengembangan seni bela diri. Dinamakan Pagar Nusa karena merupakan akronim dari Pagarnya NU dan Bangsa
Sumber: NU Online