WARGA KELUHKAN KELANGKAAN DAN KENAIKAN HARGA LPG MELON

  • Apr 15, 2026
  • KIM LINTAS SELATAN

Selok Anyar, 14 April 2026, Warga masyarakat Desa Selok Anyar sebagian besar sudah terbiasa dan bergantung pada penggunaan LPG (Liquefied Petroleum Gas), terutama tabung 3 kg untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Keterbiasaan ini terbentuk setelah konversi besar-besaran dari minyak tanah ke gas LPG, Karena ketergantungan yang tinggi, kelangkaan LPG (3 kg) seringkali menyebabkan kepanikan atau panic buying di masyarakat.

Berdasarkan data BPS tahun 2021, sekitar 82,78% rumah tangga di Indonesia menggunakan gas LPG untuk memasak, menjadikannya bahan bakar utama dibandingkan kayu bakar atau minyak tanah.

Kelangkaan LPG 3 Kg berdampak sangat signifikan utamanya ditingkat desa Warga berharap pasokan LPG 3 kg segera kembali lancar, stok tersedia, dan harganya kembali stabil, tidak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Terkait kelangkaan LPG ini warga masyarakat mendesak pemerintah daerah dan dinas terkait untuk agar melakukan pengawasan secara maksimal terhadap agen dan pangkalan serta memastikan penyaluran sesuai dengan peraturan yang berlaku