MENGENAL SAMPAH DAN MEMBENTUK KARAKTER LEWAT KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
- Aug 01, 2025
- KIMDES LINTAS SELATAN
Edukasi pemilahan sampah adalah salah satu kegiatan yang bertujuan untuk mengenalkan dan memahami perbedaan antara sampah organik dan non organik. Kegiatan ini dilakukan bersama siswa dan siswi kelas 3 – 6 SDN Selok Awar-awar 05. Kegiatan edukasi berlangsung
pada hari Sabtu, 26 Juli 2025. Kegiatan tersebut mendapat antusias meriah dari siswa dan siswi serta guru pengajar. Materi yang diberikan kepada para siswa yaitu pengenalan sampah organik dan anorganik serta cara membedakannya. Pengenalan terkait sampah organik dan anorganik merupakan hal yang penting untuk ditanamkan sejak dini. Hal ini dikarenakan masalah lingkungan secara global hingga saat ini masih menjadi polemik. Selain itu, edukasi pemilahan sampah berkaitan dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). Konsep 3R bertujuan untuk mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan. Tahapan dalam konsep 3R tersebut diantaranya:
- Reduce : adalah tahapan pertama yang bertujuan untuk mengurangi sampah yang dihasilkan. Tahapan yang dapat dilakukan adalah menggunakan plastik sekali pakai, menggunakan barang yang lebih awet dan memilih produk dengan sedikit kemasan.
- Reuse : adalah tahapan yang dilakukan dengan memanfaatkan kembali barang yang sudah terpakai
- Recycle : adalah tahapan terakhir yang melibatkan pemisahan dan pengelolaan sampah untuk dijadikan bahan baku yang bisa digunakan sehingga menciptakan produk baru.
Harapan dengan diadakan edukasi tersebut, para siswa dan siswi dapat meningkatkan kepekaan mereka dengan lingkungan sekitarnya serta mengetahui pemanfaatan dari sampah organik serta anorganik. Terdapat beberapa materi yang diberikan kepada siswa/siswi, diantaranya :
- Pengertian sampah
- Mengidentifikasi golongan sampah organik dan anorganik
- Cara membedakan sampah organik dan anorganik serta kegiatan praktek bersama
- Dampak pemilahan sampah organik dan anorganik
Terdapat beberapa metode yang juga diberikan kepada siswa/siswi, seperti ice breaking bersama para murid. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya ingat siswa. Hal ini dikarenakan ice breaking yang diberikan masih berkaitan dengan materi. Selain itu, sesi ini digunakan untuk mengukur seberapa jauh pemahaman beberapa siswa dan siswi. Hasil dari kegiatan tersebut cukup berhasil, karena sebagian besar siswa/siswi dengan mudah menjawab beberapa pertanyaan dengan tepat. Kegiatan mengajar di SDN Selok Awar-awar 04 juga sudah dijalankan. Mahasiswi KKN Kolaboratif mengenalkan beberapa metode mengajar yang baru dan cukup efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa dan siswi dalam beberapa mata pelajaran, seperti matematika. Kegiatan mengajar, akan dilaksanakan sesuai timeline KKN Kolaboratif. Para guru di SDN Selok Awar-awar memberikan ucapan terima kasih kepada mahasiswa KKN Kolaboratif karena telah membantu dalam kegiatan belajar mengajar. Permasalahan yang terjadi di SDN Selok Awar-awar 04 adalah kekurangan tenaga pengajar. Kondisi tersebut menyebabkan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) menjadi terhambat. Dengan adanya mahasiswa KKN dapat membantu pembelajaran yang ada di SDN Selok Awar – Awar 04. Hal ini dikarenakan materi pembelajaran masih belum maksimal diberikan kepada siswa/siswi. Antusiasme tinggi juga ditunjukkan oleh para siswa, karena kreativitas dalam metode pembelajaran yang dibawa oleh Mahasiswa KKN Kolaboratif tergolong baru dan menarik bagi para siswa dan siswi. Hal tersebut membuat kegiatan mengajar dapat membawa dampak positif dan meningkatkan semangat belajar bagi para siswa/siswi di SDN Selok Awar-awar 04.
Sumber : Mahasiswa KKN Kolabaratif